Thursday, 28 May 2015

Cloth Your Think, Think Your Cloth


Sobat thinkers pasti sering mendengar atau membaca jargon diatas. Kalimat persuasif yang digunakan motivator atau pembicara untuk mengisi materi dan membangkitkan semangat audiens. Cukup sederhana namun terdapat pesan yang luar biasa.

You Are What You Think. Ya, kamu adalah apa yang kamu pikirkan. Jika kita sering berpikir negatif dan berburuk sangka maka itulah jadinya diri kita. Karena pikiran seseorang sangat berpengaruh pada ucapan maupun tindakan sehari-hari. Bagaimana sifat seseorang juga terlihat dari cara pandangnya menghadapi suatu masalah. Jika kita berpikir bahwa kita bisa maka kita akan bisa, tapi jika ragu dan berpikir tidak bisa maka itulah yang terjadi. Kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan sepanjang hari, karena memang semua perbuatan yang kita lakukan selalu diawali oleh pikiran. Kita adalah penulis bagi kehidupan kita masing-masing. Kisah dan cerita seperti apa yang kita tulis dan rasakan saat ini, itu berasal dari pikiran kita selama ini. Jika kita merasa hidup ini penuh dengan hal-hal yang negatif, itu artinya selama ini pikiran kita didominasi oleh sesuatu yang negatif. Begitu juga sebaliknya, jika kita merasa bahagia dan positif, itu menandakan bahwa kita selalu berpikir positif. Merujuk pada hukum kekuatan pikiran ini, jika kita ingin memperbaiki hidup, maka yuk bersama perbaiki terlebih dahulu cara berpikir kita.

Kemudian yang selanjutnya adalah You Are What You Say. Segala sesuatu yang terucap dari lisan menunjukan kualitas pribadi seseorang. Karena orang baik hanya akan mengatakan yang baik. Perkataan yang baik menggunakan bahasa santun, intonasi yang tepat, dan tidak menyakiti perasaan orang lain.

Al-Muhallab rahimahullah berpesan kepada anak-anaknya: “Berhati-hatilah kalian dari tergelincirnya lidah. Karena aku melihat seseorang tergelincir kakinya, ia dapat berdiri. Akan tetapi orang yang tergelincir lidahnya, dia menjadi binasa.”

Pesan diatas menunjukkan bahwa ucapan seperti dua mata pedang yang jika kita tidak berhati-hati maka akan melukai orang lain. Tetapi jika digunakan dengan bijaksana dan ilmu maka akan mendatangkan kebaikan bagi yang menyampaikan maupun yang mendengarkan. Sebagian lainnya lagi berkata: “Ikatlah lidahmu kecuali untuk menjelaskan kebenaran, membantah kebatilan atau menyebutkan nikmat”. Kebiasaan berkata baik dapat menjadikan seseorang dinanti kehadirannya, dirindu sosoknya, dan diikuti perkataannya. Jadi, sampaikanlah yang baik atau diam, ya sob ;) 

You Are What You Wear yang berarti kamu adalah apa yang kamu pakai. Karena pakaian seseorang juga menggambarkan bagaimana watak dan sifat orang tersebut. Seperti pepatah Jawa yang mengatakan ajining diri ana ing wusana, artinya bahwa harga diri seseorang terletak pada apa yang ia kenakan. Jadilah diri sendiri sesuai dengan norma yang berlaku pada ajaranNya dan berlaku di masyarakat. Tidak perlu berlebihan, sewajarnya dan sepantasnya. Apa yang kita lakukan akan kembali pada diri kita sendiri.

Senada dengan slogan Clothink "Cloth Your Think, Think Your Cloth". Kami ingin menyampaikan bahwa setiap orang harus membajui pikirannya dengan hal yang positif agar tidak mudah berprasangka buruk kepada orang lain dan berpikir negatif. Serta memikirkan apa pakaian yang akan kita kenakan setiap harinya. Seperti penjelasan di atas bahwa harga diri seseorang ada pada pakaian yang ia kenakan. Semangat menjadi pribadi yang semakin baik, karena kelak apa yang kita niatkan, ucapkan, dan lakukan akan dimintai pertanggungjawabannya. Just do it now, focus, and give the best!!

No comments:

Post a Comment