Thursday, 17 November 2016

Jaket Forum Mahasiswa Muslim Purbalingga






Jaket Forum Mahasiswa Muslim Purbalingga (FORMULA) 18pcs well done :)

###

Ingin membuat jaket, kemeja, polo, atau kaos untuk organisasi dan komunitasmu?
Percayakan pada kami sadja :)

Hotline:
SMS/WA 085640270966
BBM 519E043F

Offline Store:
Jalan Margasatwa No.4 Banaran Gunungpati Semarang

Wednesday, 26 October 2016

Pokoknya Kaos Kimia!

Pagi ini ada beberapa calon guru Kimia yang mengontak kami karena ingin membuat kaos. Singkat cerita, mereka sedang mengikuti suatu program profesi guru dan perlu sebuah kenang-kenangan berupa kaos untuk mengabadikan salah satu momen yang bagi mereka sangat penting ini.

Tetapi yang jadi masalah adalah mereka tidak tahu ingin membuat kaos dengan desain seperti apa, hehe lucu ya. Penanggung jawabnya pun sungkan untuk menentukan kata-kata di dalam kaosnya karena khawatir akan menimbulkan pro kontra di antara teman-temannya. Akhirnya sekonyong-konyong mereka pun melimpahkan semua konsep desainnya kepada kami.

"Mas, pokoknya bikinkan desain kaos tentang Kimia ya. Untuk referensinya mas bisa coba cari di Google atau marketplace."

"Waduh, ga ada konsep desain kaosnya ya mbak? Dikasih tulisan apa gitu?"

"Ga ada mas, intinya kaos tentang Kimia aja. Desainnya bebas, hehe."

"Oke mbak, siap! Segera kita kerjakan."

Antara seneng dan ga seneng sih kalau ada orderan begini. Senengnya karena desainnya bebas jadi bisa explore kreativitas sepuasnya. Ga senengnya adalah ketika ide kita ternyata ga sesuai dengan ekspektasi pemesan. Apalagi di Clothink sendiri tidak ada karyawan dan desainernya yang lulusan jurusan Kimia, hahaha. Harus muter otak nih buat bikin desainnya.

Setelah mencari referensi dari berbagai sumber dan buka-buka memori sedikit tentang pelajaran kimia saat sekolah dulu, jadilah kita bikinkan opsi desain kaos seperti ini.

Kalau Anda pura-pura sebagai konsumen, lebih suka dengan desain yang mana?
Bantu kasih pendapat ya :D

Saturday, 13 August 2016

Untuk Para Enterpreneur, Ukur Kualitas Produkmu Dari Repeat Order!


Tak dapat dipungkiri, salah satu hal yang paling dikejar oleh seorang Enterpreneur adalah datangnya repeat order dari para pelanggannya. Keuntungan yang kecil namun terjadi terus menerus tentu lebih menyenangkan daripada keuntungan besar namun hanya terjadi sesekali. 

Setiap orang cenderung akan semakin semangat dalam berjualan ketika produknya laku berkali-kali. Bukan laku sekali, lalu pelanggan tidak datang lagi. Entah merasa kecewa dengan kualitas produknya, ataupun mendapatkan produk yang sama di tempat lain dengan harga yang lebih murah.


Untuk kemungkinan yang kedua tentu lebih mudah kita analisis. Karena ketika akan menentukan harga suatu produk, tentu kita sudah survey terlebih dulu harga produk yang sama di tempat lain. Celakanya adalah ketika produk kita ternyata sudah lebih murah dibandingkan yang lain. Maka bisa dipastikan pelanggan yang tidak kembali datang untuk melakukan pemesanan adalah tanda-tanda kurang baiknya kualitas produk kita.

Namun, jika produk kita lebih tinggi harganya dibanding produk lain dan pelanggan tidak kembali datang, eit jangan buru-buru menurunkan harga dulu. Siapa tahu pelanggan tidak datang kembali ke tempat kita dikarenakan kualitas produk dan pelayanan kita yang kurang baik.

"Mengukur efektifnya pemasaran dapat melalui seberapa banyak pelanggan baru yang datang. Sedangkan kualitas produk dan pelayanan, diukur dari seberapa banyak pelanggan yang datang untuk kembali melakukan pemesanan (repeat order)." (Bahtera M. Adi, owner Clothink Konveksi)

Pelanggan yang sudah pernah membeli di tempat kita dan merasa puas adalah ASET. Selain karena kita tidak perlu mengeluarkan biaya promosi lagi untuk mereka, selain itu mereka adalah magnet untuk usaha kita. Mereka akan mengajak orang lain untuk berbelanja di tempat kita dan tidak segan untuk memberi masukan bagi kemajuan usaha kita.

Inilah pentingnya evaluasi dalam sebuah usaha. Jangan sedikit-sedikit menurunkan harga ketika produk kita sepi pembeli. Karena selain profit menjadi turun, otomatis mengurangi biaya promosi kita juga. Ujung-ujungnya bukan tambah laris, bisa jadi usaha kita semakin sepi.

Ilustasi: lavi